UCB Wisuda 545 Lulusan, Angkatan Pertama Sarjana Kebidanan Resmi Dilepas
KUPANG, BIDIK NTT – Universitas Citra Bangsa (UCB) mewisuda sebanyak 545 lulusan sarjana dan profesi dalam Wisuda Sarjana dan Profesi Angkatan VII Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Harper Kupang, Rabu (23/9/2026).
Dari total lulusan yang berasal dari 11 program studi (prodi) tersebut, sebanyak 32 orang merupakan lulusan angkatan pertama Program Studi S1 Kebidanan UCB. Kehadiran lulusan perdana ini menjadi tonggak penting bagi Fakultas Ilmu Kesehatan UCB dalam mengembangkan pendidikan kebidanan pada jenjang sarjana, melengkapi program pendidikan Diploma III (D3) Kebidanan yang telah diselenggarakan sebelumnya.
Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes, mengatakan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik yang menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga merupakan wujud pertanggungjawaban perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang siap mengabdi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Indonesia.
Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Dari total 545 lulusan tersebut, sebanyak 129 orang berasal dari S1 Keperawatan, 104 orang dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 19 orang dari S1 Pendidikan Informatika, tiga orang dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris, 18 orang dari S1 Bisnis Digital, 28 orang dari S1 Teknik, 18 orang dari S1 Arsitektur, tujuh orang dari S1 Teknik Sipil, 32 orang dari S1 Kebidanan, 166 orang dari S1 Farmasi, serta 21 orang dari Program Profesi Ners.
Secara khusus, Prof. Frans menyoroti pentingnya peran lulusan S1 Kebidanan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di NTT. Ia menyebutkan, persoalan angka kematian ibu dan anak, stunting, serta rendahnya pemenuhan gizi bayi dan balita, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan, masih menjadi perhatian yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan profesional.
“Hari ini UCB mempersembahkan lulusan-lulusan terbaik angkatan pertama untuk Sarjana Kebidanan. Sejalan dengan masih tingginya angka kematian ibu dan anak, masih tingginya angka stunting, dan masih rendahnya gizi pada bayi dan balita pada 1.000 hari pertama kehidupan, maka pada kesempatan ini kami mempersembahkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur 32 lulusan sarjana Kebidanan yang siap berkarya untuk membantu pemerintah,” ungkapnya.
Selain pengembangan pendidikan kesehatan, UCB juga berencana memperluas bidang pendidikan kedokteran. Prof. Frans mengungkapkan bahwa dalam empat tahun mendatang, Fakultas Kedokteran UCB ditargetkan mulai mewisuda lulusan sarjana kedokteran. Pihak universitas juga berencana menambah Program Studi Kedokteran Gigi sehingga Fakultas Kedokteran UCB nantinya memiliki dua program studi.
“Universitas Citra Bangsa akan terus berinovasi dan melakukan berbagai langkah untuk pengembangan kampus guna melahirkan para lulusan sarjana yang berkualitas,” ujarnya.
Dukungan terhadap pengembangan UCB juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM), Ir. Abraham Paul Liyanto, yang juga merupakan senator asal NTT. Ia menegaskan, Yayasan CBIM akan terus mendukung pembenahan dan peningkatan fasilitas kampus guna menunjang kualitas pendidikan serta pengembangan institusi. Abraham turut menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan orang tua yang telah mendampingi perjuangan para lulusan hingga menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater serta menunjukkan kompetensi dan tanggung jawab dalam dunia kerja. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah lulusan UCB berpeluang bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang, Jerman, dan Australia. “Kita juga punya lulusan sarjana keperawatan yang akan dikirim bekerja di Jepang, juga ada lulusan kita yang akan bekerja di Jerman, juga di Australia dan negara lainnya. Kita berharap mereka semua bisa berhasil dalam karyanya di dunia kerja nanti,” kata Abraham.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengingatkan para wisudawan agar memiliki komitmen, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional, disertai kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri. Johni juga menyoroti semakin terbatasnya peluang untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah kondisi kepegawaian pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT saat ini menghadapi kondisi kelebihan pegawai, termasuk tenaga yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan yang perlu dipahami para lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia kerja. Karena itu, para wisudawan didorong untuk tidak hanya bergantung pada peluang menjadi ASN, tetapi juga berani mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari gelar akademik yang diraih, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan bertambahnya 545 lulusan baru, UCB diharapkan terus berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles