Neraca Perdagangan NTT Surplus US$40,18 Juta, Ekspor Terus Ungguli Impor

Terkini 01 Oct 2026 18:09 • 3 min read • 12 views • By Admin

Share berita ini

Neraca Perdagangan NTT Surplus US$40,18 Juta, Ekspor Terus Ungguli Impor
BPS: Agustus 2026 Kembali Catat Surplus US$5,47 Juta

KUPANG, Bidik NTT — Neraca perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$40,18 juta.


Angka tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) tentang perkembangan ekspor dan impor NTT Agustus 2026 yang dirilis pada 1 Oktober 2026.


Berdasarkan data BPS NTT, surplus perdagangan tersebut berasal dari surplus sektor nonmigas sebesar US$38,17 juta dan sektor migas sebesar US$2,02 juta. 


“Berdasarkan data perkembangan ekspor dan impor Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Januari–Agustus 2026 neraca perdagangan NTT mengalami surplus sebesar US$40,18 juta,” demikian disampaikan dalam rilis BPS NTT di bawah Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale.


Ekspor NTT Capai US$43,82 Juta
Matamira menjelaskan, nilai ekspor NTT sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai US$43,82 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$48,71 juta.


Ekspor nonmigas tercatat sebesar US$41,80 juta, turun 11,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara ekspor migas mencapai US$2,02 juta, atau meningkat 40,40 persen. 


Khusus Agustus 2026, nilai ekspor NTT mencapai US$6,11 juta, turun 7,53 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar US$6,61 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas mencapai US$5,95 juta dan ekspor migas US$0,17 juta. 


Sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas NTT. Pada Januari–Agustus 2026, sektor ini mencatat nilai ekspor US$36,17 juta atau berkontribusi 86,52 persen terhadap total ekspor nonmigas.

Sementara itu, ekspor produk pertanian mencapai US$4,69 juta dan sektor pertambangan sebesar US$0,95 juta. 


Timor Leste Jadi Tujuan Ekspor Terbesar
Dari sisi negara tujuan, Timor Leste masih menjadi pasar utama ekspor NTT. Nilai ekspor ke negara tersebut pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$35,90 juta, dengan kontribusi 81,94 persen terhadap total ekspor NTT.


Selanjutnya, Turki berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$2,33 juta atau 5,31 persen, disusul Jepang sebesar US$1,11 juta atau 2,53 persen. Ekspor NTT ke Turki tercatat meningkat 143,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 


Dari sisi jalur pengiriman, ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah NTT mencapai US$35,90 juta atau 81,94 persen dari total ekspor. PLBN BC Atambua menjadi jalur ekspor terbesar dengan nilai US$33,93 juta atau 77,44 persen. 


Impor Turun 47,19 Persen
Sementara itu, nilai impor NTT pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$3,64 juta, turun 47,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Total volume impor mencapai 9.399,75 ton. 


Komoditas impor terbesar adalah Kopi, Teh, dan Rempah-rempah senilai US$1,44 juta atau 39,64 persen dari total impor. Berikutnya Biji-bijian Berminyak sebesar US$1,37 juta atau 37,59 persen dan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$0,35 juta atau 9,60 persen. 


Berdasarkan negara asal, impor NTT paling banyak berasal dari Timor Leste senilai US$3,20 juta atau 87,97 persen dari total impor. Selanjutnya dari Indonesia sebesar US$0,41 juta dan Tiongkok sebesar US$0,02 juta. 


Agustus 2026 Juga Catat Surplus
Pada Agustus 2026, neraca perdagangan NTT juga mencatat surplus sebesar US$5,47 juta. Surplus tersebut terdiri atas surplus sektor nonmigas sebesar US$5,31 juta dan surplus sektor migas sebesar US$0,17 juta. 


Dengan capaian tersebut, data BPS menunjukkan bahwa sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai ekspor NTT masih jauh lebih besar dibandingkan nilai impornya sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$40,18 juta.(*)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT