KADIN NTT Dorong Perbatasan Jadi Pintu Masuk Investasi dan Ekonomi Kawasan
KUPANG, Bidik NTT – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pemerintah daerah bersama dunia usaha memanfaatkan posisi strategis NTT sebagai wilayah perbatasan untuk membuka peluang baru di sektor perdagangan, investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Coffee Morning with Gubernur NTT to Rapimprov VIII KADIN NTT Serentak se-Indonesia Tahun 2026, yang digelar di Rooftop Lantai 10 Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan diikuti jajaran pengurus KADIN NTT, para ketua KADIN kabupaten/kota se-NTT, pimpinan asosiasi dunia usaha serta sejumlah pemangku kepentingan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari Jakarta karena sedang menjalankan agenda bersama Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat.
Dalam arahannya, Melki mengatakan dinamika ekonomi global tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang yang harus segera dimanfaatkan pemerintah bersama dunia usaha. “Situasi global ini memberi tantangan, tetapi sekaligus memberikan potensi yang bisa kita optimalkan dengan baik. Kita harus mampu mengambil keuntungan dalam situasi yang ada saat ini,” kata Melki.
Menurutnya, letak geografis NTT merupakan salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. NTT memiliki perbatasan darat dengan Timor-Leste serta wilayah laut yang berbatasan dengan Australia. Posisi tersebut dinilai memberikan peluang bagi NTT untuk memperluas aktivitas perdagangan dan investasi dengan negara-negara tetangga. “Kita di NTT ini punya posisi yang diuntungkan karena kita ada di batas darat dan memiliki potensi untuk mengembangkan free zone yang sudah disampaikan,” ujarnya.
Free Zone Jadi Peluang Ekonomi Melki juga menyinggung gagasan pengembangan kawasan perdagangan bebas atau free zone sebagai salah satu peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Menurutnya, hubungan Indonesia dengan Timor-Leste dan Australia memiliki arti strategis dalam dinamika ekonomi kawasan.
“Momentum ini pas untuk kita bahas di tengah situasi global, termasuk juga tetangga kita Timor-Leste dan Australia yang hari-hari ini tentu hubungan dengan Indonesia sangat penting,” katanya. Ia menegaskan, keunggulan geografis tersebut harus diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kontribusi NTT untuk perekonomian nasional harus terus kita kembangkan bersama dengan NTB dan Bali,” tegas Melki.
KADIN Dorong Kemudahan Investasi Sementara itu, Ketua KADIN NTT Bobby Lianto mengatakan Rapimprov VIII menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilakukan sekaligus membahas program kerja dunia usaha ke depan. “Pada hari ini kita berharap dapat membahas problem-problem, kerja ke depan, dan apa yang telah kita lakukan,” ujar Bobby.
Bobby menilai KADIN sebagai wadah dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga menyampaikan perkembangan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) KADIN yang disebut telah mendapatkan persetujuan untuk ditindaklanjuti DPR RI sebagai usulan DPR.
Menurutnya, regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran KADIN dalam mengembangkan dunia usaha sekaligus mendorong masuknya investasi. Bobby juga menyinggung hasil pertemuan KADIN NTT dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan KADIN Kepulauan Riau (Kepri).
Dari pertemuan tersebut, kata Bobby, salah satu hal yang dapat dipelajari adalah pemberian kewenangan perizinan yang lebih luas sehingga proses investasi dapat berlangsung lebih cepat. “Ketika BP Batam izinnya semua dikasih keluasan di BP Batam, mereka hanya bisa keluarkan dalam beberapa hari, langsung bisa investasi masuk,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi NTT dalam membangun sistem pelayanan investasi yang lebih cepat dan efisien. Selain kemudahan perizinan, Bobby menekankan pentingnya menyiapkan fasilitas serta standar internasional agar NTT semakin menarik bagi investor.
Rapimprov Jadi Ruang Konsolidasi Dunia Usaha Ketua Panitia Rapimprov KADIN NTT, Christopher Samara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi KADIN secara nasional.
Menurutnya, Rapimprov menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan dunia usaha dalam membaca peluang ekonomi, memperkuat investasi serta mendorong pengembangan sektor-sektor potensial di NTT. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, pengurus KADIN, asosiasi dunia usaha dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Rapimprov VIII KADIN NTT 2026 digelar bersamaan dengan Rapimprov KADIN di berbagai daerah di Indonesia melalui format daring dan luring. Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan pembahasan serta langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi NTT sebagai wilayah perbatasan dan pintu masuk ekonomi kawasan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles