Festival Budaya Oebufu 2026 Libatkan 56 Peserta, Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

Terkini 21 Oct 2026 06:35 • 3 min read • 4 views • By HT

Share berita ini

Festival Budaya Oebufu 2026 Libatkan 56 Peserta, Perkuat Persatuan dalam Keberagaman
Merawat Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Menguatkan Persatuan dari Oebufu untuk Kota Kupang

KUPANG, BIDIK NTT – Festival Budaya Tingkat Kelurahan Oebufu Tahun 2026 resmi digelar selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026, di wilayah RT 034, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda.”


Festival tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk melestarikan budaya daerah, mengembangkan kreativitas generasi muda, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan budaya yang hidup di Kelurahan Oebufu.


Ketua Panitia Festival Budaya Oebufu Tahun 2026, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, pelajar, kelompok seni budaya hingga masyarakat umum.


Menurutnya, tercatat sebanyak 56 peserta terdaftar dalam tiga jenis perlombaan, yakni lomba fashion show busana daerah NTT, lomba tarian Tebe kreasi, serta lomba pidato tentang pengelolaan sampah.


Lomba fashion show busana daerah NTT mempertandingkan kategori antar-RT/RW, pelajar SMP/SMA, dan masyarakat umum. Sementara itu, lomba tarian Tebe kreasi melibatkan kelompok atau perwakilan RT/RW se-Kelurahan Oebufu.


Adapun lomba pidato tentang pengelolaan sampah bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.


Selain perlombaan, festival ini juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya, pameran kerajinan masyarakat, bazar kuliner dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta malam hiburan rakyat.


Laurensius menegaskan, Festival Budaya Oebufu tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya bagi generasi muda.


Ia berharap anak-anak dan generasi muda Oebufu tidak hanya bangga mengenakan pakaian adat, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.


“Budaya boleh berbeda, bahasa boleh beragam, tetapi persaudaraan harus tetap satu,” demikian semangat yang ditekankan dalam laporan ketua panitia tersebut.


Dorong Kebersamaan dan Gotong Royong


Kelurahan Oebufu merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Oebobo yang terdiri atas 49 RT dan 12 RW. Dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam, festival ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Kota Kupang, swadaya RT dan RW, partisipasi masyarakat, serta bantuan para donatur dan sponsor.


Sejumlah pihak yang turut mendukung kegiatan ini antara lain Indosat Kupang, Ramayana Mall, PT Wahana Motor, Extra Joss Kupang, Neo Band, dan Domi Punuf.


Panitia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, lembaga kemasyarakatan, para pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah berkontribusi melalui dukungan dana, tenaga, pikiran, maupun fasilitas.


Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan


Panitia berharap Festival Budaya Tingkat Kelurahan Oebufu dapat terus dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan masyarakat setempat.


Melalui kegiatan ini, masyarakat Oebufu diharapkan semakin menyadari bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan dalam membangun Kota Kupang yang lebih maju, harmonis, dan berbudaya.


Festival Budaya Oebufu Tahun 2026 juga diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda, dengan menjadikan budaya sebagai jembatan persaudaraan dan persatuan antargenerasi.


Dengan semangat “Oebufu Berbudaya, Oebufu Bersatu, Kupang Maju”, festival ini diharapkan meninggalkan dampak positif bagi pelestarian budaya dan kehidupan sosial masyarakat di Kota Kupang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT