Bank NTT Salurkan KUR Rp52 Miliar, Gubernur Melki Dorong Optimalisasi Kuota Rp300 Miliar

Terkini 27 Oct 2026 09:52 • 3 min read • 5 views • By HT

Share berita ini

Bank NTT Salurkan KUR Rp52 Miliar, Gubernur Melki Dorong Optimalisasi Kuota Rp300 Miliar
Baru terealisasi 17,3 persen hingga September 2026, Bank NTT ditargetkan memperluas akses pembiayaan UMKM dengan tetap menjaga kualitas kredit

KUPANG, BIDIK NTT – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari total alokasi pemerintah pusat sebesar Rp300 miliar pada 2026, realisasi penyaluran KUR Bank NTT hingga September tercatat mencapai Rp52 miliar atau sekitar 17,3 persen.


Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR baru berjalan efektif pada Juli 2026 setelah melalui sejumlah tahapan persiapan. Dengan demikian, hingga September, penyaluran tersebut baru berlangsung selama tiga bulan.


“Kita memang dialokasikan Rp300 miliar. Tapi kita mulai efektif salurkan KUR itu di bulan Juli. Jadi, baru tiga bulan kita salurkan KUR dan posisi sampai September sudah Rp52 miliar. Untuk bisa terserap semua hingga akhir tahun, tentu perlu effort yang lebih besar,” ujar Aloysius Geong, Senin (26/10/2026).


Pernyataan tersebut disampaikan Alo Geong seusai pelantikan Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen Bank NTT di Aula Fernandes, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur.


Menurutnya, optimalisasi penyerapan kuota KUR menjadi salah satu target Bank NTT. Namun, upaya meningkatkan realisasi penyaluran harus tetap diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola kredit yang baik agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.


Ia menegaskan, keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil disalurkan, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kualitas kredit serta meminimalkan risiko kredit bermasalah.


“Yang kita utamakan adalah penyaluran KUR berjalan baik dan lancar sesuai ketentuan. Kita bersyukur karena sampai saat ini NPL masih nol persen. Jadi, sejalan dengan penyaluran KUR, kita juga menjaga kualitasnya,” jelas Aloysius Geong.


Gubernur Melki Dorong Perbankan Perluas Pembiayaan UMKM


Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong Bank NTT bersama seluruh perbankan yang beroperasi di wilayah NTT untuk mengoptimalkan penyaluran KUR bagi pelaku UMKM.


Menurut Gubernur Melki, kuota KUR yang dialokasikan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas akses permodalan, mendorong pertumbuhan usaha, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di NTT.


Ia juga menekankan pentingnya peran perbankan, baik bank milik pemerintah, bank daerah, maupun bank swasta, dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan.


“Kita dorong bank Himbara, bank daerah, dan bank swasta untuk membantu UMKM di semua kabupaten dan kota di NTT. Kalau bisa habiskan kuota, asalkan sesuai dengan aturan,” ujar Gubernur Melki saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Komisaris Independen Bank NTT.


Dorongan tersebut menjadi perhatian bagi perbankan di NTT untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan produktif, sekaligus memastikan pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan yang memadai untuk mengembangkan usaha mereka.


Dengan alokasi KUR sebesar Rp300 miliar pada 2026, Bank NTT menghadapi tantangan untuk meningkatkan realisasi penyaluran hingga akhir tahun. Di sisi lain, upaya memperluas akses pembiayaan tetap perlu berjalan seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga dan manfaat program KUR dapat dirasakan oleh pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT

Recent Articles

Popular Articles