Bank NTT Perkuat Sinergi dengan IWAPI, Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas

Terkini 22 Sep 2026 12:41 • 4 min read • 10 views • By HT

Share berita ini

Bank NTT Perkuat Sinergi dengan IWAPI, Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas
KUR dan Kredit Mikro Merdeka Jadi Jalan, UMKM Perempuan NTT Kembangkan Usaha

KUPANG, BIDIK NTT – Kolaborasi antara perbankan dan organisasi pengusaha dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat perekonomian daerah. Hal ini pula yang terus didorong Bank NTT melalui sinergi bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perempuan.


Kepala Sub Divisi Kredit Lainnya pada Divisi Kredit Mikro, Kecil dan Konsumer Bank NTT, Jhon Edisin Tafui, mengatakan IWAPI memiliki peran strategis dalam mendorong perempuan NTT agar semakin berdaya dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.


Menurut Jhon, sinergi dengan IWAPI diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pengusaha perempuan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh dukungan pembiayaan.


“Melalui kita bersinergi dengan IWAPI, sangat mendukung peningkatan kapasitas perempuan agar bisa lebih berdaya, sehingga perekonomian di NTT bisa semakin maju. Dengan adanya sinergitas ini, saya kira bisa membantu masyarakat NTT,” ujar Jhon.


KUR Jadi Ruang Kolaborasi


Jhon menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha adalah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT.
Ia mengatakan, Bank NTT mulai kembali menyalurkan KUR sejak Juni 2026 setelah sebelumnya program tersebut tidak berjalan selama beberapa tahun. Penyaluran tetap dilakukan meskipun sejumlah wilayah NTT terdampak bencana gempa.


“Sekalipun ada dampak gempa di tujuh kabupaten, sampai ke pelosok, tanpa mengurangi dampak dari bencana tersebut kami tetap menyalurkan KUR. Saya kira ini sangat membantu,” katanya.
Menurut Jhon, Bank NTT memperoleh kuota sekitar Rp100 miliar untuk KUR Mikro dan Rp200 miliar untuk KUR Kecil. Selain itu, Bank NTT juga menyalurkan KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).


Akses pembiayaan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM binaan IWAPI untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas pasar.
Pemerintah Provinsi NTT sendiri sebelumnya juga menempatkan perluasan akses KUR sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM dan perekonomian daerah. 


Kredit Mikro Merdeka, Bunga 0 Persen


Selain KUR, Bank NTT juga memiliki skema Kredit Mikro Merdeka yang ditujukan antara lain bagi masyarakat yang baru memulai usaha.
Jhon menjelaskan, program tersebut memberikan fasilitas kredit dengan bunga 0 persen, dengan nilai pembiayaan mulai sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta dan hanya dikenakan biaya administrasi sesuai ketentuan program.


“Terkait bunga 0 persen, kami sudah melakukan melalui Kredit Mikro Merdeka. Ini untuk pengusaha atau pelaku usaha yang baru mulai berusaha. Sekalipun nilainya baru Rp5 juta sampai Rp10 juta, bunganya 0 persen dan hanya dikenakan biaya administrasi,” jelasnya.


Skema tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi calon pelaku usaha maupun UMKM pemula untuk mendapatkan akses pembiayaan formal.


IWAPI Punya Potensi Besar


Jhon menilai, keberadaan IWAPI menjadi peluang strategis bagi Bank NTT karena organisasi tersebut memiliki jaringan pengusaha perempuan serta berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Dalam Rakerda I IWAPI NTT, sejumlah program pengembangan produk turut menjadi perhatian, di antaranya Beras Nona Bena, pengolahan air laut menjadi air tawar, garam beryodium, serta produksi anggur untuk kebutuhan perjamuan kudus.


Sejumlah program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi IWAPI dengan berbagai pihak, termasuk Bank NTT, pemerintah daerah dan lembaga lainnya.


Kolaborasi IWAPI NTT dengan Bank NTT dalam pengembangan Beras Nona Bena juga telah menjadi salah satu contoh pemanfaatan akses pembiayaan untuk mendukung pengembangan produk berbasis potensi lokal. 


Karena itu, Jhon berharap produk-produk yang dikembangkan oleh anggota IWAPI dapat terus bertumbuh dan memiliki peluang untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan Bank NTT.


“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini sangat membantu, terutama dengan potensi UMKM binaan IWAPI yang sangat mendukung program kami, baik mikro maupun kecil. Apalagi kita sudah meluncurkan KUR, tinggal bagaimana potensi tersebut bisa menjadi bagian dari pembiayaan Bank NTT,” ungkapnya.


Kolaborasi untuk Perkuat Ekonomi Perempuan


Menurut Jhon, semangat kolaborasi yang menjadi tema Rakerda I IWAPI NTT menjadi momentum untuk mempertemukan potensi pelaku usaha dengan berbagai dukungan yang tersedia, termasuk akses pembiayaan.
Ia berharap kerja sama Bank NTT dan IWAPI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pengusaha perempuan dan UMKM di berbagai daerah di NTT.
“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak perempuan pengusaha yang berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT