Bank NTT Kucurkan Rp46 Miliar untuk Percepat Pembangunan Manggarai

Terkini 23 Sep 2026 11:47 • 5 min read • 11 views • By Admin

Share berita ini

Bank NTT Kucurkan Rp46 Miliar untuk Percepat Pembangunan Manggarai
Dari Jalan hingga Pertanian, Pinjaman Daerah Disiapkan untuk Perkuat Infrastruktur dan Pelayanan Publik

FLORES, Bidik NTT — PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali memperkuat dukungannya terhadap pembangunan di Kabupaten Manggarai. Kali ini, Bank NTT menyalurkan pinjaman daerah sebesar Rp46 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai.


Dana tersebut akan diarahkan untuk membiayai sejumlah program pembangunan prioritas, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian, pembangunan fasilitas pemerintahan, hingga penyediaan sarana persampahan.


Komitmen pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit Pinjaman Daerah antara Pemkab Manggarai dan Bank NTT yang berlangsung di Spring Hotel Ruteng, Selasa (22/9/2026).


Penandatanganan dilakukan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit bersama Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus. Turut hadir Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Plt. Sekretaris Daerah Manggarai Lambertus Paput, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng Romi Radjalangu, Wakil Ketua DPRD Manggarai Agnes Menot, para pimpinan organisasi perangkat daerah, serta notaris.


Kerja sama pembiayaan ini menjadi salah satu langkah Pemkab Manggarai untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Selain membiayai program yang telah direncanakan, dana tersebut diharapkan mempercepat pemulihan sejumlah fasilitas publik yang terdampak gempa bumi.


Bupati Hery: Keterbatasan Fiskal Bukan Alasan Berhenti Membangun


Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengatakan pembangunan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa setiap niat baik selalu diberikan jalan. Memang dalam banyak hal kita belum optimal, belum maksimal. Itulah gunanya kita bekerja bersama supaya yang kurang pada satu pihak bisa diisi oleh kelebihan pada pihak lain. Saya kira itulah yang terjadi hari ini," ujar Hery.


Hery mengungkapkan, Pemkab Manggarai sebelumnya mengusulkan pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2026. Namun setelah melalui proses evaluasi dan pembahasan bersama Kementerian Keuangan, jumlah yang disetujui menjadi Rp46 miliar. "Untuk kondisi fiskal yang sulit, pintu pinjaman masih terbuka.


Awalnya kami mengusulkan jumlah yang lebih besar. Tetapi setelah melalui seluruh proses di Kementerian Keuangan, yang disetujui sebesar Rp46 miliar. Berapa pun yang disetujui, itu tetap menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama membangun Manggarai," katanya. Menurut Hery, berkurangnya nilai pinjaman tersebut turut berdampak pada penyesuaian sejumlah belanja modal dalam APBD Perubahan 2026. "Kalau kemudian ada belanja modal yang mengalami penyesuaian, itu bukan karena hal-hal lain. Penyesuaian itu terjadi karena jumlah pinjaman daerah yang disetujui berbeda dengan yang dianggarkan pada APBD induk," jelasnya.


Fokus pada Jalan, Pertanian hingga Sarana Pemerintahan


Usai penandatanganan perjanjian kredit, Hery menjelaskan bahwa dana pinjaman akan difokuskan pada sejumlah program yang dinilai mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Prioritas tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan ruas jalan, pengadaan sarana pendukung sektor pertanian, pembangunan kembali kantor pemerintahan yang rusak akibat gempa, pembangunan kantor lurah, serta penyediaan sarana persampahan. "Jalan, kemudian ada untuk pertanian, kemudian ada untuk sarana perkantoran, ada kantor lurah yang harus kita bangun, kemudian juga untuk pertanian, lalu terakhir untuk persampahan.


Itu yang menjadi prioritas kita," kata Hery kepada wartawan. Ia menambahkan, masa pengembalian pinjaman telah disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan dirancang hingga berakhirnya masa jabatan kepala daerah. "Jangka waktu pembayarannya sampai dengan akhir masa jabatan," ujarnya.


Hery berharap dukungan pembiayaan tersebut dapat mempercepat penyelesaian berbagai proyek fisik sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.


Pinjaman Kedua, Pengalaman Pertama Jadi Modal


Kerja sama pembiayaan antara Pemkab Manggarai dan Bank NTT bukan kali pertama dilakukan. Hery menyebut, sebelumnya kedua pihak telah bekerja sama melalui skema pinjaman daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan sejumlah ruas jalan.


Menurutnya, hasil pembangunan dari pinjaman pertama masih dapat dirasakan masyarakat hingga saat ini. "Kita sudah bekerja sama untuk kedua kalinya. Yang pertama dulu digunakan untuk membangun jalan. Hasilnya masih bisa dilihat sampai sekarang dan dimanfaatkan masyarakat.


Kita berharap pinjaman yang kedua ini juga meninggalkan manfaat yang sama," ujarnya. Ia optimistis pembiayaan melalui skema pinjaman daerah dapat mempercepat pembangunan, terutama pada sektor-sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat.


Bank NTT Pastikan Dukungan untuk Pembangunan Manggarai


Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan pihaknya mendukung langkah Pemkab Manggarai dalam mempercepat pembangunan melalui skema pinjaman daerah. Menurut Charlie, pengalaman kerja sama sebelumnya menunjukkan bahwa pembiayaan tersebut telah menghasilkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.


"Pinjaman daerah Manggarai ini sudah yang kedua. Yang pertama menghasilkan jalan-jalan yang bagus dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat," kata Charlie. Ia berharap pinjaman kedua dapat memberikan manfaat serupa karena diarahkan untuk berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat. "Seperti yang disampaikan Pak Bupati, banyak sekali program untuk kepentingan masyarakat.


Saya berharap pinjaman yang kedua ini pun berjalan dengan baik. Kita sudah dua kali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai," ujarnya. Charlie menjelaskan, pinjaman daerah tersebut dikenakan suku bunga sebesar 9,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku.


Dengan terealisasinya pinjaman Rp46 miliar tersebut, Pemkab Manggarai memperoleh tambahan ruang pembiayaan untuk mempercepat pembangunan di sejumlah sektor strategis. Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur, mendorong sektor pertanian, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pemulihan fasilitas pemerintahan pascagempa.


Pada akhirnya, pembangunan yang dibiayai melalui pinjaman daerah tersebut ditargetkan tidak sekadar menjadi proyek fisik, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Manggarai. (HT)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT